Pemerintah Siap Reekspor Sapi Impor Ilegal asal Australia

Pemerintah Siap Reekspor Sapi Impor Ilegal asal Australia

- detikFinance
Kamis, 27 Mei 2010 12:43 WIB
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengkaji akan melakukan ekspor kembali (reekspor) terhadap temuan sebanyak 2.158 ekor sapi impor asal Australia pekan lalu. Sejumlah sapi impor itu dinyatakan tidak memiliki Surat Permohonan Pemasukan (SPP) impor sapi hidup.

"Saya menyayangkan Australia meloloskan ekspor sapi tanpa adanya SPP," kata Suswono di sela-sela acara Agro & Food Expo 2010 di JCC, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Dikatakanya, tindakan ekspor sapi tanpa dilengkapi oleh SPP merupakan bentuk keteledoran. Ia menegaskan akan mengingatkan pihak Australia supaya tidak gegabah untuk mengekspor sapi hidup tanpa dilengkapi surat-surat sepatutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suswono menegaskan sikap tegas pemerintah Indonesia yang menahan sejumlah sapi impor ilegal itu bukan bermaksud untuk menutup impor sapi. Namun pihak pemerintah hanya bisa mengizinkan importasi sapi hidup sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan kebutuhan pasar dalam negeri atau hanya untuk menutupi kekurangan permintaan daging sapi di Indonesia.

Kini pihak Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal juga sedang menginvestigasi apakah selama ini sapi impor asal Australia tanpa dilengkapi oleh SPP. Selain itu, jika tidak ada aral melintang hasil investigasi terhadap kasus ini bisa dilaporkan pada pekan ini.

"Mudah-mudahan pekan ini sudah selesai. Apakah nanti dilakukan peringatan keras atau reekspor. Saya tidak tahu persis siapa perusahaannya (pengimpor). Tapi yang jelas tanpa dilengkapi SPP berarti ilegal," katanya.

Bahkan kata Suswono, selain melakukan investigasi terhadap kasus ini, pihaknya juga sedang menginvestigasi terhadap banyak temuan daging sapi beku yang masuk ke pasar-pasar tradisional.

"Apakah ini ilegal kami juga sedang menyelidikinya," jelas Suswono.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads