Kedatangan Anggito hari ini, Kamis (27/5/2010) pukul 11.00 WIB, langsung disambut Dekan FEB, Prof Dr. Marwan Asri MBA dan sejumlah staf pengajar seperti Dr. Sri Adiningsih, Dr Elan Satriawan, Sari Sita Laksmi, Arti D. Adji, ketua program studi, ketua jurusan, Eko Kepala Bagian Keuangan FEB dan kolega lainnya. Mereka kemudian mengadakan pertemuan di UC Resto setelah bertemu dengan para wartawan.
Anggito mengaku meski setiap bulan sekali dia pulang ke Yogyakarta, kedatangannya kali ini terasa lebih istimewa. Dia merasa secara fisik benar-benar kembali ke Yogyakarta yang telah 10 tahun ditinggalkannya. Anggito merasa pulang dengan kegembiraan dan tidak membawa kekecewaan dan kebencian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pulang kembali ke kampus merupakan suatu momen atau saatnya untuk membayar kembali. Mengapa? Ini adalah waktunya untuk membayar investasi yang membesarkannya. UGM juga telah memberikan kesempatan dan bea siswa hingga Anggito bisa bersekolah di luar negeri.
Kepada Marwan, Anggito mengaku ingin mengajar dua mata kuliah saja yakni mata kuliah Ekonomi Pengantar dan Ekonomi Indonesia. Untuk mengajar mata kuliah tersebut, dia sempat bertanya kepada Sri Adiningsih mengenai buku-buku pegangan yang akan dipakainya.
Rencananya dia ingin mengajar mahasiswa semester awal terutama mahasiswa yang baru lulus SMA. Materi yang diajarkan adalah sisi-sisi empiris teori-teori ekonomi serta ekonomi Indonesia terutama hal-hal yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan.
Sementara itu Marwan Asri menambahkan keluarga besar FEB UGM menyambut baik kedatangan dan kepulangan Anggito untuk kembali mengajar di kampus. Sebab FEB UGM merupakan alamamater Anggito sebelum berpindah ke birokrasi yakni ke Kementrian Keuangan.
Marwan mengharapkan kembalinya Anggito bisa menjadi kombinasi kekuatan yang powerful antara teori dan pengalaman di lapangan terutama pengalaman selama 10 tahun berada di birokrasi. Selain mengajar, Anggito bisa kembali melakukan penelitian-penelitian.
"Kembalinya Pak Anggito perlu kita sambut riang gembira karena FEB adalah kampung halaman dan almamaternya," tukas Marwan.
Anggito Abimanyu sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya kepada lingkungan istana karena tidak ada konfirmasi dan pemberitahuan kepada dirinya soal pembatalan dirinya menjadi Wakil Menteri Keuangan. Padahal Anggito sudah menandatangani pakta integritas dan kontrak kinerja soal penunjukkannya sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Presiden SBY malah menunjuk Anny Ratnawati untuk menjadi Wakil Menkeu, berduet dengan Agus Martowardojo sebagai Menkeu. Anggito mengungkapkan pengunduran dirinya untuk menunjukkan suara hati, sikap, dan harga diri.
Pengunduran diri Anggito dari Kemenkeu efektif per 24 Mei 2010 lalu, dan pria yang jago main flute itu selanjutnya akan mengabdikan dirinya di UGM.
(bgs/dnl)











































