Direksi Baru Diminta Obati 'Luka Lama' Merpati

Direksi Baru Diminta Obati 'Luka Lama' Merpati

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2010 17:24 WIB
Jakarta -

Pemerintah meminta jajaran direksi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang baru bisa meningkatkan kinerja perseroan yang saat ini dinilai masih kritis meski membaik. Pemerintah juga berharap Merpati tidak perlu lagi diberi suntikan dana dari pihak lain.

"Pesan pertama buat Merpati, kan ada pinjaman Rp 310 miliar dari PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset), ini merupakan pinjaman terakhir. Kalau sampai gagal atau tidak memberikan hasil sebagaimana diharapkan, maka kelangsungan dan eksistensi Merpati akan dipertimbangkan lagi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/5/2010).

Ia mengatakan, saat ini jajaran Direksi Merpati yang akan mengemban tugas yang sangat berat mengingat kondisi Merpati saat ini sedang mengalami masalah yang kritis. Rencana Bisnis dalam rangka penyelamatan Merpati telah disusun dengan supervisi PPA. Di dalam rencana bisnis itu termasuk juga kajian kelayakan pengadaan 15 pesawat MA-60 dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, rencana bisnis itu pemerintah juga telah meminta bantuan BPKP untuk melakukan review, sehingga memiliki keyakinan yang cukup memadai bahwa langkah penyelamatan yang ditempuh dalam rencana bisnis itu sudah benar, baik dari segi GCG maupun perhitungan kelayakan bisnisnya.

"Oleh karena itu, saya menekankan agar Direksi baru Merpati benar-benar solid dan mempunyai komitmen tinggi untuk melaksanakan rencana bisnis tersebut," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo merasa sedikit terbebani dengan permintaan dari pemerintah tersebut. Namun, ia bersama jajaran Direksi Merpati yang baru mengaku siap untuk membawa Merpati ke arah yang lebih baik.

"Ya, kalau terbebani itu sudah pasti. Karena kondisi Merpati sekarang kan seperti yang diingatkan Menteri tadi, sedang kritis. Ini pekerjaan berat, tidak mudah melakukan recovery dengan cepat. tapi Insya Allah kita bisa melakukannya," katanya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads