Pemerintah meminta jajaran direksi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang baru bisa meningkatkan kinerja perseroan yang saat ini dinilai masih kritis meski membaik. Pemerintah juga berharap Merpati tidak perlu lagi diberi suntikan dana dari pihak lain.
"Pesan pertama buat Merpati, kan ada pinjaman Rp 310 miliar dari PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset), ini merupakan pinjaman terakhir. Kalau sampai gagal atau tidak memberikan hasil sebagaimana diharapkan, maka kelangsungan dan eksistensi Merpati akan dipertimbangkan lagi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Ia mengatakan, saat ini jajaran Direksi Merpati yang akan mengemban tugas yang sangat berat mengingat kondisi Merpati saat ini sedang mengalami masalah yang kritis. Rencana Bisnis dalam rangka penyelamatan Merpati telah disusun dengan supervisi PPA. Di dalam rencana bisnis itu termasuk juga kajian kelayakan pengadaan 15 pesawat MA-60 dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, saya menekankan agar Direksi baru Merpati benar-benar solid dan mempunyai komitmen tinggi untuk melaksanakan rencana bisnis tersebut," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo merasa sedikit terbebani dengan permintaan dari pemerintah tersebut. Namun, ia bersama jajaran Direksi Merpati yang baru mengaku siap untuk membawa Merpati ke arah yang lebih baik.
"Ya, kalau terbebani itu sudah pasti. Karena kondisi Merpati sekarang kan seperti yang diingatkan Menteri tadi, sedang kritis. Ini pekerjaan berat, tidak mudah melakukan recovery dengan cepat. tapi Insya Allah kita bisa melakukannya," katanya. (ang/dnl)











































