"Kita sampai nanya berapa besar L/C Indonesia yang berhubungan dengan Eropa, kita tanya berapa besar utang yang diperoleh dari mata uang Euro, itu semua sudah dalam kondisi aman dan tidak besar," ujarnya saat ditemui usai rapat dengan jajaran Bank Indonesia, di Gedung BI, sore ini (27/5/2010).
Untuk jumlah L/C ke Eropa, Agus menyatakan jumlahnya pada kisaran Rp 4 triliun. Namun, Agus tidak menyebutkan jumlah utang Indonesia dengan mata uang Euro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Agus menyatakan pihaknya tetap mewaspadai kondisi di Eropa. Apalagi dengan adanya beberapa bank yang di-bailout.
"Katanya interbanknya juga agak ketat, mungkin di Eropa perusahaan-perusahaannya ada yang harus dilakukan restrukturisasi. Tetapi kita mengawas dari sini dan BI mewaspadai, jadi ini pertemuan rutin jd kita akan ketemu lagi 2 minggu lagi atau mungkin secepatnya," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Agus menambahkan bahwa pihaknya juga membahas ekonomi makro dan global dengan BI.
"Kita membahas tentang perlunya ada UU JPSK jika ada krisis, kita punya UU yang jelas dan juga kita diskusi tentang institusi BI, Kemenkeu, LPS bisa lebih baik. Secara umum kondisi Indonesia baik," tukasnya.
(nia/ang)










































