"Saya harus mengatakan inflasi nasional tidak ada potensi deflasi karena ada beberapa indikasi yang menyebabkan inflasi. Tapi tidak ada kejutan, jadi inflasinya tipis," ujar Rusman saat dihubungi detikFinance, Minggu (30/5/2010).
Menurut Rusman, potensi inflasi disebabkan harga beras yang belum kembali turun akibat panen yang mulai berkurang. Ditambah dengan tekanan inflasi dari cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun demikian, lanjut Rusman, ada juga beberapa komoditas yang memberikan tekanan pada deflasi, seperti minyak goreng.
"Minyak goreng turun. Umumnya tekanan inflasinya lebih besar daripada barang-barang deflasi. Jadi, inflasi tipis sehingga menutup kemungkinan deflasi," tegasnya.
Namun, Rusman masih belum dapat memprediksi inflasi pada bulan Juni-Juli 2010 mengingat ada beberapa peristiwa seperti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan iuran tahun ajaran baru anak sekolah yang dapat memicu inflasi langganan.
"Kalau saat itu harga makanan pokok turun maka inflasi masih bisa ditekan, tapi kalau makanan pokok naik ditambah iuran sekolah dan TDL maka pasti terjadi inflasi," tukasnya.
(nia/hen)











































