Menurut Deputi Operasional BP Migas, Budi Indianto, rencananya dari total kelebihan produksi tersebut 4-6 kargo diantaranya akan ditawarkan pada tahun ini, sementara sisanya sebanyak 20 kargo akan dijual tahun 2011.
"Kita akan roadshow kepada para pembeli seperti China, Korea dan Jepang. Kan mereka sudah punya fasilitas penerima," ungkap Budi di Gedung Ratu Prabu 2, di Jakarta, Senin (31/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus konfirmasi. kita sudah kasih batas waktu sampai akhir Mei ini. Juni mereka sudah harus lapor. Jadi Juli kita sudah bisa jalan," jelasnya.
Selain itu, jumlah LNG yang akan diekspor tersebut juga bergantung pada pemenuhan kebutuhan elpiji Pertamina.
"Itu juga jadi pertimbangan. Kalau tidak diambil domestik, kami akan olah juga sebagian jadi elpiji," ungkapnya.
(epi/qom)











































