"Kalau ada undangan untuk RUU akuntan publik dan mata uang, sepengetahuan saya pertemuannya tidak jadi. Pertemuan itu ditunda," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian sebelum Rapat Pimpinan Kementerian Keuangan di Kantor Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Jakarta, Senin (31/5/2010).
Menurut Agus Marto, untuk pembahasan RUU Mata Uang memang inisiatif dari DPR RI, tetapi untuk pembahasan RUU Akuntan Publik merupakan inisiatif dari pemerintah. Namun, setelah ditelaah kembali olehnya, Agus merasa masih kurang komprehensif sehingga pihaknya meminta untuk menjadwalkan kembali pembahasan tersebut dengan DPR RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengetahui penundaan jadwal tersebut dari Sekretariat Kementerian Keuangan. Dirinya menegaskan bahwa akan datang jika diundang. Oleh karena itu, Agus membantah kalau dirinya mangkir dari jadwal tersebut.
"Saya kalau seandainya tidak dijadwalkan jadi, memang saya tidak datang, tapi kalau diundang, saya datang," tukasnya.
Seperti diketahui, ketidakhadiran Agus Marto dalam rapat awal pembahasan RUU Mata Uang membuat anggota DPR kesal. Mereka semakin kesal setelah tahu Agus Marto lebih memilih hadir ke acara pembukaan pojok rakyat Carrefour.
(nia/qom)











































