Menurut Vice President Communication Pertamina Basuki Trikora Putra, ekspor ini dilakukan karena adanya kelebihan volume minyak tanah seiring keberhasilan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yang dimotori perseroan.
Berdasarkan catatan Pertamina, kegiatan ekspor minyak tanah tahun ini dimulai pada bulan Februari sebanyak 400.000 barel, kemudian dilanjutkan pada Maret sebesar 200.000 barel, disusul April sekitar 400.000 barel dan Mei sejumlah 200.000 barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki menjelaskan, semua minyak tanah yang diekspor ke luar negeri berasal dari eks Kilang Balikpapan, di mana pembelinya adalah anak usaha Pertamina, yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) dengan harga pasar yang kompetitif.
"Jika Pertamina sudah jual ke Petral, Petral perlakukannya seperti trader. Minyak tanah itu dijual ke NOC (national oil company/perusahaan minyak nasional) atau IOC (international oil company/perusahaan minyak nasional) atau trader menjadi wewenang Petral," jelasnya.
(epi/dnl)










































