Pemprov Maluku Incar 10% Saham di Blok Masela

Pemprov Maluku Incar 10% Saham di Blok Masela

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2010 11:38 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi Maluku telah menyatakan minatnya untuk memiliki participating  interest sebesar 10 persen di Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku.

Menurut Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, pihaknya siap secara kelembagaan setelah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku menggandeng pihak ketiga membentuk PT Maluku Energi Nusantara melalui joint venture.

“Kami juga siap secara operasional, keuangan, administrasi, dan dukungan sumber daya manusia untuk berpartipasi di Blok Masela,” kata Karel seperti dikutip dari situs resmi BP Migas, Selasa (1/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini, Blok Masela dikuasai oleh dua perusahaan, yaitu Inpex Masela Ltd selaku pemilik 90 persen saham sekaligus operator dan PT EMP Energi Indonesia, anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk yang menguasai 10 persen saham.

Karel mengungkapkan, Maluku masih memiliki potensi cadangan hidrokarbon yang besar. Dari 16 cekungan yang terdapat di Provinsi Maluku, hanya Cekungan Seram yang telah berproduksi. Cekungan-cekungan lain masih dalam tahap eksplorasi.

“Karena itu, kami akan mendukung investor migas yang ingin beroperasi di Maluku,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Agus Suryono menyatakan, saat ini kelanjutan proyek di Blok Masela masih menunggu keputusan pemerintah terkait fasilitas pengelolaan gas alam cair (LNG). Belum diputuskan apakah akan membangun kilang LNG di darat atau opsi terminal terapung.

“Masih dikaji tim independen. Ditargetkan Agustus 2010 sudah diputuskan,” jelasnya.

Menurut dia, jika sesuai rencana, Inpex bisa mulai produksi gas di Blok Masela pada 2016. Investasi yang dikeluarkan untuk proyek strategis itu mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 90 triliun.

(epi/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads