Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Soetomo, Jakarta, Selasa (1/6/2010).
"Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-April 2010 mencapai US$ 47,59 miliar atau naik 51,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan ekspor non migas terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam senilai US$ 291,2 juta. Sementara peningkatan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$ 59,3 juta.
Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia ditempati oleh Jepang senilai US$ 1,24 miliar, diikuti AS sebesar US$ 1,06 miliar, dan China US$ 930 juta.
Sementara untuk impor, sepanjang April 2010, nilai impor Indonesia mencapai US$ 11,53 miliar, naik 71,98% dibandingkan April 2009. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia pada periode Januari-April 2010 mencapai 41,5 miliar atau naik 60,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Negara pemasok barang impor terbesar ke Indonesia masih ditempati China sebesar US$ 5,61 miliar atau dengan pangsa 17,26%.
(dnl/dro)











































