Agence Francaise de Developpement (AFD) memberikan pinjaman US$ 50 juta kepada Indonesia untuk meningkatkan pekerjaan distribusi listrik Jawa-Bali. Pinjaman ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi jaringan distribusi listrik.
Seperti dikutip dari siaran pers AFD, Selasa (1/6/2010), efisiensi tersebut akan memberikan dampak positif untuk emisi Co2. Pada tahun 2008 lalu, kerugian teknis jaringan listrik Indonesia sebanyak 10,5 persen, di mana 8,5 persen kerusakan ada di jaringan yang kelebihan muatan.
Hal ini mengakibatkan tingginya tingkat kerugian dan rendahnya kualitas penyediaan tenaga ke pelanggan. Untuk itu, investasi besar diperlukan dalam sistem distribusi agar dapat mengikuti peningkatan produksi dan konsumsi listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT PLN (Persero) aka bertanggung jawab atas keseluruhan pengawasan teknis dan pelaksanaan proyek. Perkiraan investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$ 119 juta yang akan didanai melalui dua pinjaman lunak dan berjangka panjang.
Pinjaman masing-masing sebanyak US$ 50 juta akan disediakan oleh AFD dan Asian Development Bank (ADB) kepada Pemerintah dan dipinjamkan ke PLN.
Perusahaan pelat merah itu akan membiayai sendiri selisih sebesar US$ 19 juta tadi. Semua pekerjaan akan dilakukan dalam dua tahun dengan target beroperasi pada pertengahan 2012.
Penandatanganan perjanjian antara kedua belah pihak aka dilakukan Kamis (3/6/2010) mendatang, dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dan Direktur AFD di Indonesia Joel Dallgault di ruang rapat Ditjen Pengelolaan Utang. (ang/dnl)











































