"Di bidang energi, kedua negara mengakui pentingnya teknologi mitigasi perubahan iklim seperti carbon capture and storage/CCS (penangkapan dan penyimpanan karbon, red) dan teknologi bersih karbon," ujar Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI Retno L.P Marsudi melalui Sekretaris III Sosbud Protokol Konsuler KBRI Sofia Aditya Timoranto kepada detikfinance, Selasa (1/6/2010).
Kedua negara juga sepakat terhadap bidang minat untuk energi yang dapat dikerjasamakan yaitu batubara, energi terbarukan, dan efisiensi energi. "Untuk pengembangan kerjasama energi yang lebih efektif, kedua pihak sepakat membentuk pokja dalam kerangka Komisi Bersama Indonesia-Bulgaria," terang Retno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Indonesia mengundang investasi Bulgaria di sektor perkebunan kelapa sawit, sedangkan Bulgaria menawarkan kerjasama pembangunan terminal crude palm oil/CPO (minyak sawit mentah, red) dari Indonesia di salah satu pelabuhan Bulgaria di Laut Hitam untuk pasar Balkan dan Eropa pada umumnya.
Signifikan
Indonesia-Bulgaria saling memandang penting satu sama lain sebagai sahabat dan mitra kerjasama. Perdagangan bilateral kedua negara menunjukkan peningkatan sangat signifikan mencapai 78,6% dari USD49,128 juta (2007) menjadi USD87,764 juta (2008).
Di tahun 2009 sempat terjadi penurunan perdagangan yang diyakini bersifat sementara dan lebih dikarenakan krisis keuangan global.
Namun kedua pihak menyampaikan optimisme terhadap perdagangan di masa depan dengan mulai kembali meningkatnya nilai perdagangan periode Januari-Februari 2010 sebesar 54,8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Pada kesempatan itu Indonesia menyambut baik keinginan Bulgaria untuk melakukan investasi di bidang perkebunan kopi dan kawasan wisata di Indonesia. Indonesia juga menawarkan proyek-proyek public private partnership (terbuka untuk investasi asing, red), seperti pembangkit tenaga listrik, jalan tol, jalan kereta api, jalur kereta bandara, dan jembatan Selat Sunda.
Untuk lebih meningkatkan kerjasama investasi, kedua negara melakukan konsultasi dan pembahasan dalam pokja bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. "Terutama hal-hal terkait dengan draf Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal RI-Bulgaria," demikian Retno.
Pertemuan SKB IV Indonesia-Bulgaria tersebut diselenggarakan empat tahun setelah pertemuan SKB ketiga di Bulgaria tahun 2006.
Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI Dubes Retno L.P. Marsudi, didampingi Dubes RI untuk Bulgaria Immanuel Robert Inkiriwang, wakil-wakil dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemlu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kemkeu, Sekretariat Kabinet, BKPM, dan Bank Indonesia.
Sementara itu delegasi Bulgaria dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian dan Pangan Georgi Kostov, didampingi wakil dari Kementerian Ekonomi, Energi dan Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Badan Promosi UKM, Badan Eksekutif Administrasi Kelautan serta Badan Eksekutif Perikanan dan Akuakultur. (es/es)










































