TDL dan Elpiji Naik, Pabrik Roti Kecil Gulung Tikar

TDL dan Elpiji Naik, Pabrik Roti Kecil Gulung Tikar

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2010 14:03 WIB
TDL dan Elpiji Naik, Pabrik Roti Kecil Gulung Tikar
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APEBI) memperkirakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan elpiji non subsidi pada tahun ini akan membuat pabrik- pabrik roti kecil di tanah air gulung tikar.

Demikian disampaikan Ketua Umum APEBI, Chris Hardijaya di Graha Mustika Ratu, Jalan Gatot Subroto kavling 74-75, Jakarta, Rabu (2/6/2010).

"Jika TDL dan gas naik kemungkinan besar kami akan tutup. Kalau tidak tutup, paling tidak kami kurangi produksi hingga 50%. Kalau produksi turun, artinya akan terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja) ," kata Chris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Chris, hal itu sangat mungkin terjadi karena kenaikan TDL dan elpiji tentunya akan meningkatkan biaya produksi yang harus dikeluarkan pabrik-pabrik tersebut.

Berdasarkan perhitungannya, jika TDL naik sekitar 10-15%  maka akan berimbas pada kenaikan biaya produksi sebesar 3%.

Sementara jika elpiji 12 Kg dinaikan sekaligus menuju ke harga keekonomian yaitu dari Rp 5.850 per Kg menjadi Rp. 8.000 per Kg maka hal itu akan menambah biaya produksi sekitar 8%.

Sementara jika kenaikannya sebesar Rp 1.000 per Kg, maka akan berimbas kepada peningkatan biaya produksi sebesar 2 persen.

Saat ini para pelaku usaha kecil di industri ini rata-rata menggunakan 4 tabung gas elpiji 12 Kg untuk memproduksi 10.000-12.000  buah per hari.

"Kalau keduanya dinaikkan sementara harga jual mereka tidak akan pernah naik karena kalau naik masyarakat tidak akan beli, maka apa yang terjadi? Mereka akan menurunkan produksinya atau menutup usahanya," jelasnya.

Kondisi ini akan semakin diperparah, jika rencana pelarangan penggunaan BBM bersubdisi bagi sepeda motor benar-benar diterapkan pemerintah.

Pasalnya, saat ini para pedagang roti memasarkan produknya ke warung-warung dengan menggunakan motor.

"Kami sangat andalkan sepeda motor untuk kirim ke warung-warung. Jadi kalau itu diterapkan dampaknya akan sangat terasa," paparnya.

Chris tidak main-main dengan apa yang diucapkannya. Ia menyebutkan pada awal tahun 2010, 21 anggota di asosiasi yang dipimpinnya tersebut terpaksa harus gulung tikar karena adanya kenaikan bahan baku roti.

Ia menyatakan dampak dari bangkrutnya 21 pabrik tersebut telah menyebabkan 220 orang harus kehilangan pekerjaan.

Saat ini APEBI memiliki  970 anggota yang tersebar di tanah air. Dimana 90% dari total anggotannya adalah pelaku usaha kecil. Jumlah karyawan yang dipekerjakan masing-masing anggota APEBI bervariasi yaitu sekitar 5-600 orang.

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads