Meski molor, pemerintah jamin suplai kebutuhan gula masyarakat mencukupi karena masih ada sisa gula impor sebanyak 180.000 ton yang bisa digunakan untuk kebutuhan satu bulan kedepan.
"Gula kita masih ada di gudang, stok kita cukup biar ini mundur tidak akan mengganggu," kata Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani di kantornya, Jl Ragunan, Jakarta, Rabu (2/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika produksi tetap dipaksakan saat ini justru akan mempengaruhi rendemen yang akhirnya akan mengurangi produksi gula. "Justru kalau digiling sekarang maka akan menurunkan produksi," jelasnya.
Ia menjelaskan, faktor hujan telah memberikan hambatan dari sisi proses penebangan dan proses pengangkutan tebu dan menurunkan rendemen. Maklum saja areal perkebunan tebu umumnya masih banyak jalan yang tak beraspal.
"Kita masih bertahan, menunggu sampai saat yang tepat," serunya.
Manggabarani menambahkan, target produksi gula 2010 yang ditetapkan pemerintah masih sebesar 2,9 juta ton, namun rencana pencapaian hanya sebesar 2,7 juta ton.
"Kalau kebutuhan gula konsumsi (rumah tangga) tahun ini diperkirakan 2,68 juta ton, ini cukup. Tapi kebutuhan gula rafinasi (industri) kita kebutuhannya 2,8 juta ton," imbuhnya.
(hen/ang)










































