"Kami sudah kirimkan surat resmi ke Presiden pada tanggal 5 Mei lalu. Pada tanggal 24 Mei, organisasi buruh juga sudah melakukan statement yang sama tolak kenaikan TDL," ungkap Koordinator forum lintas asosiasi industri nasional, Franky Sibarani di Graha Mustika Ratu, Jalan Gatot Subroto kavling 74-75, Jakarta, Rabu (2/6/2010).
Franky menilai penolakan rencana kenaikan TDL dan elpiji non subsidi tersebut dilakukan karena hal itu akan mengancam keberlangsungan industri di dalam negeri baik besar, menengah maupun kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) yang juga anggota Kadin Ratna Sari Loppies, pemerintah lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan karena hal ini akan berimbas kepada daya beli masyarakat.
"Lagipula, pada bulan Juni ini biasanya daya beli mereka akan tersedot untuk bayar uang sekolah, beli perlengkapan sekolah sehingga kalau ada kenaikan sekarang maka itu akan memberatkan masyarakat," jelasnya.
(epi/dnl)










































