Ini menanggapi permintaan Panja Perpajakan Komisi XI DPR yang mendesak Menkeu untuk memecat Dirjen Pajak M.Tjiptardjo.
"Kalau soal Dirjen Pajak diberhentikan, kami dari kemenkeu belum ada rencana itu. Tetapi kalau seandainya dalam Panja Perpajakan DPR mengharapkan agar kita melakukan upaya yang lebih intensif untuk meningkatkan performance dari perpajakan itu kami jadikan perhatian. Jadi kinerja untuk memperoleh pendapatan pajak yang lebih besar dan juga kinerja melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi," ujarnya usai Rapat dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi saya katakan kalau di pajak itu kan kita punya tax ratio 11,9% supaya bisa meningkat itu penerimaan pajak harus ditingkatkan, tapi Indonesia pertumbuhan GDP-nya tinggi, jadi GDP yang tinggi buat tax ratio kita bisa-bisa turun. Oleh karena itu kita harus lakukan perluasan wajib pajak, kita melakukan intensifikasi ekstensifikasi kita melakukan perluasan basis NPWP itu yang akan kita lakukan. Dan kalau seandainya pada awal atau wajib pajak yang melanggar itu akan kita tindak," jelasnya.
Selain itu, pihaknya akan memperbaiki Sumber Daya Manusia dan sistem di Dirjen Pajak. "Tapi satu faktor yang akan diutamakan adalah memperbaiki SDM dan memperbaiki sistemnya," tegas Agus Marto.
Begitu juga dengan melakukan review terhadap UU Perpajakan itu akan dilakukan. "Ya termasuk kalau melihat kemungkinan untuk penyesuaian UU," lanjutnya.
Dengan beberapa usaha tersebut, Agus Marto optimis bisa meningkatkan tax ratio 12% pada tahun 2011 untuk pembiayaan pertumbuhan ekonomi yang targetnya 7% pada 2014. Selain peningkatan tax ratio tersebut, lanjut Agus Marto, pertumbuhan ekonomi 7% bisa tercapai dengan peningkatan infrastruktur, investasi, dan ekspor.
"Kita sekarang ini menyakini tax ratio 2011 adalah 12%. Untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi harus ada insentif fiskal dari semua program pemerintah salah satunya yang utama yang dilakukan 2010 dan 2014 adalah partumbuhan ekonomi. Pertumbuhan itu kita harapkan 2014 akan ada di kisaran 7%. Untuk bisa dikejar kita akan melakukan kegiatan untuk meningkatkan infrastruktur, meningkatkan investasi, ekspor dan juga meningkatkan kegiatan lain yang langsung akan mendukung pertumbuhan ekonomi," tukasnya.
(nia/dnl)










































