Garuda Bidik Laba Rp 3,75 Triliun

Laporan dari Amsterdam

Garuda Bidik Laba Rp 3,75 Triliun

- detikFinance
Rabu, 02 Jun 2010 17:17 WIB
Garuda Bidik Laba Rp 3,75 Triliun
Amsterdam - PT Garuda Indonesia membidik laba bersih hingga Rp 3,75 triliun pada tahun 2014. Ini merupakan sebuah peningkatan tajam setelah menderita kerugian pada tahun 2006.

Namun mulai tahun 2007, Garuda secara perlahan mulai membukukan laba bersih. Pada tahun 2006, Garuda mencatat laba sebesar Rp 60 miliar, tahun 2007 sebesar Rp 669 miliar dan tahun 2009 sebesar Rp 1,18 triliun.

Demikian disampaikan Dirrektur Utama Garuda Emirsyah Satar dalam konferensi pers di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, Rabu (2/6/2010). Dalam konferensi pers tersebut, Emirsyah didampingi oleh CEO KLM Peter Hartman dan CFO Schiphol Group, Pieter Verboom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah rekor profit bagi Garuda Indonesia. Kita berharap bisa terus meningkatkan pertumbuhan maskapai ini,' ujar Emirsyah.

Pada tahun 2014, Garuda membidik pendapatan operasional sebesar Rp 57,9 triliun. Angka tersebut meningkat pesat jika dibandingkan pendapatan operasional di tahun 2008 yang sebesar Rp 18,1 triliun.

Untuk terus meningkatkan pertumbuhan, Garuda melakukan sejumlah langkah seperti menambah jenis pesawat dari 54 di tahun 2008 menjadi 114 di tahun 2014. Garuda rencananya akan menambah pesawat jenis Boeing 877-300ER yang akan digunakan untuk rute-rute jauh seperti Jakarta-Amsterdam. Rute tersebut saat ini masih menggunakan Airbus A330-200, sehingga masih harus singgah di Dubai. Setelah menggunakan long haul Boeing 877, Garuda berharap Jakarta-Amsterdam bisa ditempuh tanpa transit di Dubai.

Garuda juga akan meningkatkan penerbangan domestiknya, termasuk juga rute internasional. Setelah Amsterdam, Garuda membidik rute ke Prancis dan dilanjutkan ke Amerika Serikat.

"Kita juga berencana untuk melakukan IPO sebelum akhir tahun ini dan kembalinya kami ke eropa adalah sebuah titik penting dalam menentukan kesuksesan IPO. Kami ingin mendapatkan sekitar US$ 300 juta guna mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang," urai Emirsyah.

(qom/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads