"Kami nunggu keputusan pemerintah, PLN mau diberi jatah berapa?" ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan kepada detikFinance, Jumat (4/6/2010).
Menurut Dahlan, rencananya gas itu akan digunakan untuk bahan bakar PLTG skala besar yang akan dibangun di dekat proyek Donggi Senoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau gasnya dapat banyak sebagian akan digunakan untuk melistriki ambon dan sekitarnya," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan pemerintah akan segera mengesahkan alokasi gas dari lapangan Donggi-Senoro pekan depan. Porsi gas domestik dari lapangan tersebut minimal 25 persen, sisanya untuk alokasi ekspor.
"Arahan dari pak Wapres (Beodiono) memang minimal untuk domesik 25 persen, tapi saya kira dalam mengambil keputusan lapangan gas nanti harus pakai faktor tekno ekonomi," ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Ia mengatakan, faktor tekno ekonomi tersebut di antaranya berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupan harga serta volume gas yang diperlukan dari pihak domestik. Selain itu, pemerintah juga sedang kembali mengkaji kemampuan penyerapan gas domestik.
Selain PLN, pihaknya juga sedang melakukan kajian terkait kebutuhan gas untuk operasional pabrik pupuk pelat merah.
Ia optimistis, pemerintah bisa mengambil keputusan terkait alokasi gas tersebut pekan depan. Pihak yang akan diberi mandat untuk memutuskan adalah Kementerian ESDM.
(epi/ang)










































