Status Naik, Hubungan RI-WFP Berubah

Laporan dari Roma

Status Naik, Hubungan RI-WFP Berubah

- detikFinance
Sabtu, 05 Jun 2010 01:22 WIB
Status Naik, Hubungan RI-WFP Berubah
Roma - Indonesia dianggap sudah tidak patut lagi menjalin hubungan atas dasar donor– recipient (pemberi-penerima, red) dengan World Food Programme (WFP), badan pangan dunia PBB.

Hal itu terkait dengan kenaikan status Indonesia sebagai negara low middle income country dan dikehendaki agar kerjasama dilakukan atas dasar kemitraan strategis dengan kedudukan setara.

Sejumlah perkembangan tersebut akan dibahas Menko Kesra Agung Laksono dengan Direktur Eksekutif WFP Josette Sheeran dalam pertemuan yang dijadwalkan akan berlangsung di kantor pusat WFP, Roma (7/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam pembahasan besar kemungkinan akan mengemuka bagaimana corak kerjasama WFP dan pemerintah Indonesia selama lima tahun ke depan, menyusul masa kehadiran WFP di Indonesia juga akan berakhir pada Desember 2010," tutur Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance hari ini, Jumat (4/6/2010).

Sejumlah tema lain yang akan dibahas adalah upaya ke depan penguatan koordinasi WFP dengan lembaga terkait di Indonesia untuk dapat lebih memaksimalkan dampak terhadap penerima bantuan dan penyelarasan dengan program pembangunan nasional.

Kedua belah pihak juga dijadwalkan akan membahas kemungkinan kerjasama pengadaan produksi pangan bergizi tinggi dari Indonesia sebagai bagian dari paket bantuan kemanusiaan WFP apabila terjadi bencana.

Seperti diketahui, kehadiram WFP di Indonesia sudah berlangsung sejak 1968 dan sempat mengakhiri kegiatannya di Indonesia selama dua tahun (1996-1998), namun kemudian diminta kembali beroperasi di Indonesia ketika terjadi bencana alam el-Nino dan krisis ekonomi-keuangan Asia, 1998.

WFP dibentuk pada 1963 dan saat ini memiliki perwakilan yang tersebar di 80 negara, termasuk di Indonesia. WFP bertujuan mengatasi masalah rawan pangan serta malnutrisi di wilayah bencana dan pascakonflik, melalui pemberian bantuan kepada masyarakat tidak mampu memperoleh atau menghasilkan pangan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Setiap tahun, rata-rata WFP menyediakan bahan makanan untuk 90 juta orang, 58 juta diantaranya adalah anak-anak. Saat ini kegiatan WFP tersebar di 77 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. (es/es)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads