"Kami siap membeli gas Senoro dengan harga segitu," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan saat dihubungi detikFinance, Sabtu (5/6/2010).
Ia menyatakan BUMN listrik itu juga siap untuk menyerap berapa pun alokasi gas dari proyek Donggi Senoro. Rencananya, alokasi gas dari Donggi Senoro akan digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) skala besar yang akan dibangun di dekat proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi berapa pun yang dikasih pemerintah kami siap serap. Kalau gasnya dapat banyak, sebagian akan digunakan untuk melistriki ambon dan sekitarnya" kata Dahlan.
Kebutuhan gas PLN memang akan terus mengalami peningkatan. Pada tahun ini saja, BUMN listrik itu masih akan mengalami defisit hingga akhir tahun.
Berdasarkan data PLN, konsumsi gas PLN pada tahun ini diperkirakan mencapai 2.432 BBTUD, sementara yang tersedia baru 1.471 BBTUD sehingga masih terjadi defisit sebesar 961 BBTUD.
Sementara pada tahun 2011 BUMN, listrik itu masih mengalami defisit gas hingga sebesar 1.115 BBTUD meskipun Floating Storage and Regasification Terminal (FSRT) yang akan dibangun di Jawa Barat dan Sumatera Utara mulai beroperasi September 2011.
Menurut Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji, kenaikan jumlah defisit tersebut disebabkan kebutuhan gas untuk pengoperasian pembangkit-pembangkit miliknya meningkat. Selain itu, hal ini juga disebabkan adanya penurunan pasokan gas dari para produsen sebesar 70 BBTUD.
Sebelumnya, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan pemerintah akan segera mengesahkan alokasi gas dari lapangan Donggi-Senoro pekan depan. Porsi gas domestik dari lapangan tersebut minimal 25 persen, sisanya untuk alokasi ekspor.
"Arahan dari pak Wapres (Boediono) memang minimal untuk domesik 25 persen, tapi saya kira dalam mengambil keputusan lapangan gas nanti harus pakai faktor tekno ekonomi," ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Ia mengatakan, faktor tekno ekonomi tersebut di antaranya berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupan harga serta volume gas yang diperlukan dari pihak domestik. Selain itu, pemerintah juga sedang kembali mengkaji kemampuan penyerapan gas domestik.
Adapun tiga konsumen domestik yang berminat dengan gas itu adalah PLN (50 MMSCFD/juta standar kaki kubik per hari), Panca Amara Utama (70 MMSCFD), dan Pupuk Sriwijaya (91 MMSCFD).
(epi/epi)











































