Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Frans Sunito, selaku pengelola ruas tol Sedyatmo dan Cikampek, kenaikan tarif ini akan berlaku mulai akhir bulan Juni 2010.
"Kenaikan dalam bulan ini sekitar 12%, namun tentunya tidak exact karena ada pembulatan ke 500 terdekat," jelas Frans kepada detikFinance melalui sambungan telepon di Jakarta, Minggu (6/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besaran inflasi yaitu ruas Jakarta-Cikampek besaran inflasi selama 1 Mei 2008-30 April 2010 sebesar 10,5%. Sementara ruas Sedyatmo besaran inflasi Jakarta 1 Juni 2008-31 Mei 2010 sebesar 11%.
"Untuk (tol) Cikampek sudah diputuskan BPJT 28 Mei lalu, sekitar 10,5% karena inflasinya diangka yang sama. untuk tol Sedyatmo baru akan diajukan 30 Juni, kisaran kenaikan inflasi 11%," kata Direktur Orepasi JSMR, Adityawarman saat dihubungi di tempat terpisah.
Frans kembali menegaskan, naiknya dua ruas tol tersebut belum efektif berlaku karena masih menunggu keputusan Menteri Pekerjaan Umum, melalui SK MenPU.
"Masih nunggu SK MenPU, namun kenaikan bulan ini (Juni)," ungkap Frans.
Jasa Marga sendiri, diakui Adityawarman, lebih memprioritaskan kenaikan tarif tol Sedyatmo. "Bandara jauh lebih prefer, yang ke bandara karena visit ratio jalan sudah dilebarkan full untuk seluruh seksi," ucapnya.
Namun, ruas tol Cikampek nampaknya tidak akan naik secara keseluruhan. "Khusus untuk pintu Pondok Gede Timur dan Barat tidak akan naik. Perkaliannya enggak masuk," imbuh Adityawarman.
Ruas tol lainnya yang tahun ini juga akan naik namun masih belum memenuhi evaluasi SPM adalah ruas tol Makassar Seksi Empat yang rencananya pada bulan September 2010 jatuh tempo rencana kenaikan dua tahunan.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan PU telah menetapkan kenaikan tarif bagi ruas tol SS Waru-Juanda (Bandara Juanda), Surabaya per tanggal 7 Juni 2010 dengan besaran kenaikan Rp 500 (golongan I).
(wep/ang)










































