Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga, Pertamina Djaelani Sutomo, kehadiran terminal transit BBM yang dibangun sejak tahun 2006 itu diharapkan dapat meningkatkan ketahanan stok BBM di tanah air.
Dimana jika rata-rata stok nasional premium hanya untuk 17 hari, tapi dengan beroperasinya terminal ini maka diharapkan akan meningkat menjadi 19 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah terminal BBM Tuban beroperasi, imbuh Djaelani, rencananya terminal transit BBM Bau-bau di Sulawesi Tenggara akan beroperasi mulai tahun 2011. Adapun kapasitas untuk kilang tersebut yaitu sebesar 50.000 KL.
"Saat ini sedang dikontruksi. Diharapkan ini sudah selesai pada tahun 2011," kata dia.
Sementara, untuk terminal BBM Tanjung Uban dengan kapasitas 200.000 KL premium akan beroperasi pada tahun 2012.
(epi/qom)










































