"Satu kabupaten Rp 10 milyar di kali 440 kabupaten jadi Rp 4,4 triliun. KUR tiap tahun Rp 20 triliun, jadi ada kombinasi-kombinasi. Mana yang paling baik, itu yang paling diserap," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Fauzi Aziz saat ditemui di kantornya, Selasa (8/6/2010).
Fauzi menjelaskan kucuran dana pelengkap bagi IKM dari Pemda sangat penting terutama dalam menopang kredit murah. Misalnya ia mencontohkan beberapa kabupaten sudah mulai melakukan langkah demikian bekerjasama dengan perbankan memberikan kredit murah atau tanpa agunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan jika masalah pembiayaan IKM sudah terselesaikan maka Pemda sudah seharusnya mengembangkan produk-produk unggulannya agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Jika ini terus dikembangkan maka target pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara nasional sebesar 7% bisa dicapai.
"Kita bersama dinas kabupaten akan mengajak dan ketemu dengan kepala dinas. Kalau setiap daerah pertumbuhan ekonominya 7%, maka pertumbuhan nasional akan tinggi," katanya
Dikatakannya mengenai pengembangan produk IKM di berbagai daerah, diperlukan ada semacam katalog atau brosur produk yang isinya mencakup produk-produk potensial daerah. Dengan demikian aspek promosi IKM dan pengembangan pemasaran lebih mudah.
"Terus terang, kabupaten-kabupaten ini sudah waktunya harus berani dengan produk unggulannya," katanya
Kementerian Perindustrian mencatat terdapat 3,8 juta unit usaha di sektor IKM, sebanyak 9 juta orang tenaga kerja terserap di sektor IKM. Sektor IKM telah memberikan sumbangan devisa sebesar US$ 12,137 miliar dengan tingkat pertumbuhan ekspor sebesar 10,45% pada tahun 2009.
Sementara kontribusi sektor IKM terhadap PDB masih sekitar 30% dan diharapkan meningkat menjadi 50% pada tahun 2025 atau seimbang dengan kontribusi industri besar.
(hen/dnl)










































