Pemerintah Usul Tambahan Jatah BBM Bersubsidi di 2011

Pemerintah Usul Tambahan Jatah BBM Bersubsidi di 2011

- detikFinance
Selasa, 08 Jun 2010 15:14 WIB
Pemerintah Usul Tambahan Jatah BBM Bersubsidi di 2011
Jakarta - Pemerintah mengusulkan kuota volume BBM bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2011 di kisaran 36,77 juta kiloliter (KL) hingga 42,56 juta KL. Angka itu berarti meningkat dibandingkan volume BBM bersubsidi dalam APBNP 2010 yang sebesar 36,5 juta KL.

Menurut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, kuota volume BBM bersubsidi sekitar 36,77 juta KL ditetapkan dengan memperhatikan keberhasilan pogram pengendalian pemanfaatan BBM bersubsidi, baik pada sektor transportasi maupun nelayan dapat dilaksanakan dengan baik.

Kuota sebesar 36,77 juta KL tersebut juga tidak memperhitungkan adanya peningkatan permintaan APMS, pertumbuhan permintaan BBM pada Kabupaten/Kota pemekaran maupun peningkatan pertumbuhan kendaraan bermotor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Volume BBM bersubsidi sebesar 42,56 juta KL adalah dengan memperhitungkan perkembangan realisasi sampai dengan Mei 2010," ujar Darwin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Sementara untuk menjaga kesinambungan program konversi minyak tanah ke elpiji, volume elpiji yang dibutuhkan untuk isi ulang tabung elpiji 3 Kg pada tahun 2011 sebesar 3,52 juta metric ton (MT).

"Ini setara dengan 7,83 juta KL minyak tanah," jelas Darwin.

Untuk mengurangi penggunaan BBM, mendukung program pengurangan gas rumah kaca, mendorong pertumbuhan industri bahan bakar nabati (BBN) domestik menuju ketahanan energi nasional, pemerintah kembali mengusulkan subsidi bagi BBN yang dicampurkan ke dalam BBM tertentu sebesar Rp 2.000-Rp 2.500 per liter, apabila harga indeks pasar BBN lebih tinggi dari harga indeks pasar BBM.

"Untuk tahun 2011 diperkirakan volume BBN bersubsidi sebesar 982 ribu KL. Dimana 5% untuk biodiesel dan 1% untuk bioethanol," paparnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads