Menurut Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, usulan tersebut diajukan dengan melihat laju penuunan produksi alamiah, kemampuan produksi lapangan eksisting dan potensi poduksi dari pengembangan/optimalisasi lapangan serta potensi dari lapangan-lapangan baru.
Upaya peningkatan produksi minyak juga dilakukan dengan optimalisasi lapangan yang diharapkan dapat menekan laju penuunan produksi alamiah 12% menjadi 3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BP Migas, R Priyono menambahkan rencana produksi tersebut diperkirakan berasal dari lapangan eksisting sebesar 920.000-930.000 bph serta perkiraan adanya tambahan produksi dari lapangan eksisting dan baru sebesar 30.000-45.000 bph.
"Asumsi 975.000 bph dapat tercapai jika tidak ada unplanned shutdown," ujar Priyono.
Adapun realisasi produksi dan lifting minyak hingga 6 Juni 2010 yaitu sebesar 960,43 ribu bph.Sementara target produksi minyak dalam APBN-P 2010 dipatok di level 965.000 bph.
(epi/qom)











































