Pemerintah Tunjuk Petronas Bangun Pipa PLTGU Tambak Lorok

Pemerintah Tunjuk Petronas Bangun Pipa PLTGU Tambak Lorok

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2010 12:58 WIB
Jakarta -

Pemerintah akhirnya menunjuk PT Petronas Carigali untuk membangun pipa sepanjang 200 kilometer (km) dari lapangan Kepodang ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTGU) Tambak Lorok.

Menurut Wakil Kepala BP Migas, Hadiono, hal ini sudah diputuskan dalam surat yang diteken Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada tanggal 18 Maret 2010 lalu.

"Jadi yang bangun transmisi yaitu Petronas sebagai operator lapangan itu, berdasarkan surat keputusan Menteri ESDM pada 18 Maret 2010," ujar Hadiono di sela acara IndoPIPE 2010 di Grand Melia, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyatakan, rencananya pipa yang akan menyalurkan gas sekitar 120-200 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2013.

Dengan dibangunnya transmisi tersebut oleh Petronas, lanjut Hadiono, maka tidak ada toll fee dari pendistribusian gas dari lapangan Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero).

"Jadi nanti tidak ada toll fee untuk pipa tersebut karena gas dari lapangan Kepodang langsung dijual ke PLTGU Tambak Lorok terintegrasi dengan pipa sepanjang 200 KM," paparnya.

Namun, lanjut Hadiono, keputusan ini dipertanyakan pemegang hak khusus untuk pembangunan pipanisasi Kalimantan-Jawa (Kalija).

Pasalnya, pipa sepanjang 200 km tersebut seharusnya dibangun oleh Grup Bakrie karena merupakan bagian dari rencana pipanisasi Kalija sepanjang 1.200 KM tersebut.

"Makanya Bakrie mempertanyakan lagi ke BP Migas untuk direview karena mereka sudah dapat izin dari BPH Migas sebagai pemenang program pipa Kalija," jelasnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hadiono menyatakan, kemungkinan pembangunan pipa Kalija yang akan dilakukan oleh Bakrie tidak terealisasi karena tidak adanya gas yang akan disalurkan melalui pipa tersebut.

โ€œKalau dilihat secara keekonomian itu tidak dapat dibangun karena sumber gasnya memang tidak ada,โ€ jelasnya.

Namun dihubungi secara terpisah, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menjelaskan bahwa soal kelanjutan proyek Kalija masih belum diputuskan. Pasalnya baru-baru ini Bakrie mengusulkan agar pembangunan pipa tersebut masuk dalam skema hilir (downstream).

"Mereka sudah usulkan skema hilir dengan toll fee diturunin,"katanya saat dihubungi detikFinance.

(epi/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads