Dalam pembangunan proyek tersebut, Nippon Koei akan bekerjasama dengan konsultan dalam negeri, diantaranya PT Connusa Energindo, PT Kwarsa Hexagon, PT Arkonin Engineering Manggala Pratama, PT Tata Guna Patria dan PT Jaya CM.
"Penandatanganan contract agrrement ini merupakan bukti kesungguhan dan wujud nyata dari komitmen PLN untuk segera membangun PLTA Asahan 3 demi kepentingan masyarakat Sumatra Utara,” kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Rabu (9/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap persiapan pembangunan PLTA Asahan 3, PLN setidaknya telah menghabiskan dana tidak kurang dari Rp100 miliar untuk membiayai studi kelayakan, pembuatan detail desain dan pembuatan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Kehadiran PLTA Asahan 3 memiliki peran yang strategis dalam mendukung ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat Sumatera Utara mengingat pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik di Sumatera Utara yang relatif tinggi.
Saat ini daya mampu pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), mencapai 1.330 megawatt (MW) dan beban puncak yang terlayani mencapai 1.332 MW.
Cadangan daya yang sangat terbatas ini tak mampu menghindari terjadinya pemadaman jika salah satu pembangkit utama menjalani pemeliharaan, sehingga dibutuhkan upaya untuk lebih memperbesar cadangan daya dengan menambah pembangkit listrik baru.
PLTA Asahan 3 memberikan kontribusi yang signifikan bagi PLN untuk melakukan efisiensi dengan menekan biaya pokok produksi listrik di wilayah ini.
(epi/ang)











































