Tambang Arutmin Stop, Pasokan Batubara PLN Masih Aman

Tambang Arutmin Stop, Pasokan Batubara PLN Masih Aman

- detikFinance
Kamis, 10 Jun 2010 08:33 WIB
Tambang Arutmin Stop, Pasokan Batubara PLN Masih Aman
Jakarta - Penghentian kegiatan operasi tambang batubara milik PT Arutmin Muara Asam-Asam dipastikan tidak akan mengganggu pasokan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Asam-asam milik PT PLN (Persero).

"Kemarin ketemu Arutmin, mereka bilang demo masih terkendali, tidak ganggu pasokan ke PLN," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji saat dikonfirmasi detikFinance, Kamis (10/6/2010).

Seperti diketahui, kegiatan operasional tambang batubara milik PT Arutmin Muara Asam-asam terhenti karena adanya penutupan jalan khusus angkutan batubara dan pelabuhan khusus pemuatan batu bara PT Arutmin Indonesia oleh ribuan warga Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sejak Senin sore (7/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal pasokan batubara untuk PLTU Asam-asam berasal dari tambang yang dikelola anak usaha  PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersebut.

Menurut Direktur Teknik dan Lingkungan, Ditjen Minerbapabum, Kementerian ESDM, M.S Marpaung, demo masyarakat yang terjadi sejak Senin hingga kemarin, dipicu masalah lahan dan protes dilarangnya aktivitas illegal pemungutan batubara'karungan'.

"Adapun potensi produksi terhambat dikirimkan sebesar 20 ribu ton per hari. Hal ini tidak akan mengganggu produksi Nasional," kata Marpaung saat dihubungi detikFinance, Rabu (9/6/2010).

Berdasarkan laporan yang diterima Marpaung, kejadian tersebut telah dilaporkan oleh Arutmin kepada pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Selatan.

"Sudah dilakukan upaya-upaya persuasif melalui mediasi dengan Muspika dan Muspida dan belum berhasil. Sedang diupayakan denganbantuan Polda Kalsel," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batu Bara, Ditjen Minerbapabum, Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono membenarkan pihak Arutmin telah melaporkan kepada Polda Kalsel.

"Laporan itu ditembuskan ke Dirjen Minerbapabum. Rencananya Kita mau melibatkan tim obvitnas," jelasnya.

Bambang menambahkan, untuk sementara penghentian kegiatan operasi tambang tersebut belum begitu mempengaruhi produksi batubara secara nasional.

"Tapi kalau penyelesaiannya lama dapat mempengaruhi produksi," jelasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads