"Dana tersebut berasal dari holding (induk perusahaan) kami yaitu Pertamina," ujar Direktur Utama Pertagas Suharyanto di sela acara IndoPipe 2010 di Hotel Grand Melia, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Salah satu proyek yang sedang digarap perseroan yaitu pembangunan kilang pengolahan gas alam cair (Natural Gas Liquification/NGL) di Sumatera Selatan. Pengerjaan kontruksi proyek ini mulai dilakukan oleh Tripatra pada 7 Juni 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total investasinya sekitar US$ 190 juta. Tapi karena onstream-nya baru pada tahun 2012, maka pengalokasian dana untuk proyek tersebut tidak terlalu besar yaitu US$ 20 juta," jelasnya.
Terkait mundurnya partner mereka dalam proyek tersebut yaitu E1 Corp, Suharyanto menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu partner yang akan dicarikan oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
"E1 sudah pasti mundur. Jadi mereka yang akan mencari partner pengganti buat proyek itu," jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, dana tersebut juga akan digunakan untuk persiapan pembangunan pipa dari lapangan Simenggaris yang dikelola JOB Pertamina-Medco ke kilang Metanol Bunyu sepanjang 70 kilometer.
Proyek dengan total investasi US$ 29 juta tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir 2011.
"Karena sekarang masih pre FEED, maka alokasi dana untuk proyek ini juga tidak terlalu besar. Rencananya tender EPC-nya akan dibuka akhir tahun ini," paparnya.
Rencananya, kilang milik PT Medco Energi Internasional Tbk tersebut akan segera diperbaiki oleg Medco agar bisa beroperasi secara optimal. Adapun gas yang akan disalurkan dari lapangan Simenggaris sebesar 25 MMSCFD selama 15 tahun.
"Untuk toll fee-nya masih dihitung," ungkapnya.
Untuk rencana go public Partagas, Suharyanto mengatakan paling lambat 2012. IPO Partagas baru akan dilakukan Pertamina Hulu Energi pada akhir tahun ini atau awal tahun 2011.
(epi/qom)











































