Pertagas Bangun Pipa Gas Semarang-Gresik 256 Km

Pertagas Bangun Pipa Gas Semarang-Gresik 256 Km

- detikFinance
Kamis, 10 Jun 2010 12:42 WIB
Jakarta - PT Pertamina Gas (Pertagas) akan membangun pipa Semarang-Gresik sepanjang 256 kilometer. Pipa tersebut ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2012 atau 2013.

Menurut Direktur Utama Pertagas Suharyanto, rencananya pipa tersebut akan menyalurkan gas dari terminal terapung (Floating Storage Receiving Terminal/FSRT) yang akan dibangun di Jawa Tengah atau Jawa Timur ke konsumen gas domestik di wilayah itu seperti PLN, pabrik pupuk, dan industri.

FSRT dengan kapasitas 450 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) ditargetkan beroperasi pada tahun 2012 atau 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pembangunan pipa dan FSRT ini paralel. Untuk FSRT-nya sendiri belum ditentukan apakah akan dibangun di Jawa Tengah atau di Jawa Timur. Tapi nanti pipa itu connect dengan FSRT," ujarnya di sela acara IndoPipe 2010 di Hotel Grand Melia, Jakarta, Kamis (10/6/2010).

Suharyanto menyatakan pihaknya masih belum mengetahui berapa investasi untuk membangun pipa sepanjang 256 km tersebut karena hingga kini proyek tersebut masih dalam tahap studi.

Adapun kajian yang dilakukan perseroan yaitu suplai dan kebutuhan gas di wilayah Jawa. Melalui kajian tersebut akan diketahui berapa sesungguhnya kebutuhan gas dan juga berapa kemampuan bayar konsumen di sana.

Selain itu, perseroan juga harus memastikan kapan dan berapa produksi gas dari Blok Cepu agar dapat memasok gas untuk FSRT tersebut. Namun jika tidak dari Blok Cepu, maka gas yang disuplai ke FSRT tersebut bisa dalam bentuk LNG.

"Gas-nya bisa didatangkan dari Cepu bisa juga dari LNG. Kalau nanti adanya LNG, maka harga gasnya tinggi. Nah ini yang harus dikaji apakah pembeli sanggup atau tidak membelinya," ungkapnya.

Ia mengakui, berdasarkan hasil survei beberapa industri di Surabaya, Jawa Timur sudah menyatakan kesanggupannya untuk membeli gas dari LNG yang biasanya dijual dengan harga di kisaran US$ 8-14 per MMSCFD. Harga ini memang lebih murah jika dibandingkan mereka menggunakan BBM yang harganya sekitar US$ 16.

"Kita sudah ketemu dengan Maspion dan perusahaan metal, mereka berdua sanggup beli dengan harga itu," paparnya.

Rencananya, perseroan akan membuka tender EPC proyek pipa tersebut pada tahun 2011. Diharapkan pipa tersebut bisa selesai paling lambat tahun 2013.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads