"Kita melihat ada tren kenaikan (kebutuhan BBM bersubsidi)," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/6/2010).
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar BPH Migas dapat menjaga jumlah volume BBM bersubsidi yang disediakan pemerintah sembari menunggu skema baru pemberian subsidi BBM agar tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menegaskan, saaat ini perlu dibuat sebuah strategi untuk pola pemberian subsidi. Namun hal itu tidak lantas berarti subsidi BBM akan dikurangi.
"Masyarakat yang memerlukan subsidi yang berikan subsidi. Kita hilangkan itu adalah yang tidak perlu beri subsidi mengambil subsidi karena membebani APBN, misalkan orang yang mampu masa pakai subsidi kan gak boleh. Tapi polanya seperti apa, ini yang memerlukan waktu dan kita exercise," jelasnya.
Baik mengenai skema pemberian BBM bersubsidi dan mekanisme kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), pemerintah mengharapkan pembahasan dengan DPR RI bisa selesai sebelum masa reses anggota dewan yaitu sekitar pertengahan bulan ini.
"Ya harus selesai (sebelum masa reses). TDL itu harus selesai kan sudah diketok palu, sudah menjadi UU APBN-P 2010. Kenaikannya 10% tinggal menunggu komposisi mana yang dinaikkan. Opsi-opsi itu, dibahas bersama Komisi VII," imbuh Hatta.
(nia/qom)











































