Kuliah Umum Anggito Diikuti Butet dan Dwiki Dharmawan

Kuliah Umum Anggito Diikuti Butet dan Dwiki Dharmawan

- detikFinance
Kamis, 10 Jun 2010 15:54 WIB
Yogyakarta - Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Dr. Anggito Abimanyu, MSc memenuhi janjinya untuk memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dan mahasiswa Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia menyampaikan topik 'Ekonomi Politik Anggaran dan Dunia Usaha, Pengalaman Empiris 10 tahun.

Selain civitas akademik UGM, acara yang digelar di Auditorium MM UGM di Jalan Teknika Utara, Barek, Yogyakarta itu juga dihadir oleh sejumlah tokoh dan pejabat seperti Sekretaris Menteri Perumahan Rakyat, Iskandar Saleh, anggota DPR RI Rama Pratama, budayawan Taufik Ismail, aktor Butet Kertaredjasa dan musisi Dwiki Dharmawan.

Sedangkan kolega Anggito di UGM turut hadir di antaranya Dekan FEB Prof Dr Marwan Asri, Direktur MM UGM, dan Prof Dr Lincolin Arsyad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuliah umum hari ini, Kamis (10/6/2010) juga tampak lebih semarak dan meriah dengan penampilan budayawan Taufik Ismail yang juga anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM itu.

Taufik tampil dengan membacakan puisi berjudul 'Kita rindu menaiki gerbong cahaya'.Β  Butet juga tampil dengan gaya khasnya bermonolog. Sedangkan Dwiki Dharmawan bersama dua rekannya tampil bersama Anggito yang memainkan flute.

Dalam acara itu Anggito menerima sebuah plakat cindera mata dari FEB UGM bertuliskan kutipan SMS dari Marwan Asri kepada Anggito menjelang pengumuman wakil menteri keuangan beberapa waktu lalu. Itu tulisan itu 'UGM rumah Anda, kembalilah ke pangkuannya'. Bahkan dalam sambutan singkat, Direktur MM UGM, Lincolin Arsyad berpesan acara ini adalah kuliah umum yang dipadu menjadi edutainment.

"Ini lecture. Ojo ngonek-ngonek, sapa-sapa, Pak, (Ini kuliah. Jangan mengumpat atau memarahi siapa-siapa-red)," pesan Lincolin.

Mendapat pesan itu, Anggito yang datang bersama istrinya Ny. Arma hanya tersenyum ketika senior dan koleganya di FEB menyampaikan hal tersebut.

Selam hampir 1 jam, Anggito bercerita pengalamannya bekerja sebagai seorang birokrat di kementrian keuangan terutama berkaitan dengan penyusunan anggaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dia bercerita seluk beluk menyusun anggaran, mulai dari rancangan yang diajukan pemerintah, pembahasan dan disetujui di DPR hingga pelaksanaannya. Pembahasan di DPR bisa beragam seperti yang anda lihat bila menteri keuangan bersama para pejabat rapat anggaran di DPR.

"Misalnya pemerintah mengajukan A, DPR mengajukan B, kemudian yang keluar C atau D," ungkap dia.

Menurut dia, APBN itu sangat penting sebagai indikator kebijakan moneter. APBN juga berfungsi sebagai jangkar perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi keuangan. Tidak hanya itu, APBN juga bisa menjadi indikator peringkat utang Indonesia. "Sebab ada banyak hal yang harus dibiayai melalui utang," katanya.

Dia juga prihatin masih banyak terjadi penyalahgunaan anggaran belanja yang dilakukan oleh para pejabat tinggi hingga pejabat daerah seperti bupati dan walikota. Hal-hal seperti harus diperbaiki sehingga tidak banyak terjadi kebocoran.

Dia mengungkapkan selama 10 tahun bekerja di kementrian keuangan, banyak hal dan pengalaman yang di dapat. Beberapa hal itu diantaranya soal rescheduling utang di Paris Club tahun 2003, tsunami Aceh, pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), krisis global tahun 2008, kasus Century tahun 2009 dan APBN-P dipercepat 2010.

"Selama 10 tahun itu saya tidak banyak waktu untuk mengajar. Maaf Pak Marwan saya banyak membolos selama 10 tahun," tukas Anggito.
(bgs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads