Dalam wawancara pertamanya setelah menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani mengakui bahwa saat ini telah terjadi perubahan secara geopolitik dan geoekonomi. Perekonomian dunia tak lagi bergantung pada negara-negara kaya, tapi juga pada negara-negara berkembang.
Bagaimana mantan menteri keuangan Indonesia ini melihat Bank Dunia sekarang? Berikut dikutip dari video wawancara Sri Mulyani yang dirilis Bank Dunia, Kamis (10/6/2010).
Bagaimana kesan Anda bergabung dengan Bank Dunia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang jika Anda tahu berbagai macam isu seperti global Climate change, global food and energy security. Dan ini memberikan lingkungan baru pada Bank Dunia untuk menjadi lebih relevan terhadap isu ini namun ada saat yang bersamaan mereka masih menjadi institusi yang bergantung pada hasil.
Dan saya siap untuk menggunakan kemampuan saya sebagai menkeu, pembuat kebijakan pembangunan dari sebuah negara yang sangat beragam dan kompleks seperti Indonesia untuk bergabung bank ini dan saya sungguh berharap bisa berkontribusi dan membuat banyak kontribusi yang produktif disini
Bagaimana pengalaman Anda berpengaruh terhadap pemikiran Anda terhadap pembangunan?
Jika Anda berada pada negara berpendapatan menengah, pada kenyataannya masih menghadapi tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi. Situasi ini menciptakan tantangan kebijakan yang berat untuk para pembuat kebijakan. Satu sisi Anda menghadapi lebih dari satu sektor, pasar modal, infrastruktur, tapi Anda juga menghadapi masalah governance, kapasitas institusional dan juga kemiskinan itu sendiri. Dan Anda harus memiliki kebijakan yang komperehensif untuk meresponsnya.
Saya kira ini adalah area di mana Bank Dunia menjadi sangat relevan karena semakin Anda memberikan servis, bergerak dari negara berpendapatan rendah menjadi menengah, Anda juga harus bisa melakukan penyesuaian dalam istilah di negara tersebut. Dan dengan banyak perwakilan di banyak negara dan direktur, maka Bank Dunia memiliki beberapa keuntungan untuk tahu lebih baik dan melayani lebih baik.
Apa tantangan bagi Bank Dunia?
Kita menghadapi perubahan geopolitik dan geoekonomi terutama dalam 1 dekade terakhir. Kompetisi tidak lagi didominasi oleh negara-negara kaya lama, namun peran negara-negara berkembang kini juga penting. Namun mengurangi kemiskinan masih mejadi isu utama. Dan dengan kondisi geopolitik dan geoekonomi terkini, maka Bank Dunia perlu untuk mengenalinya, suara dari negara-negara berkembang.
Tapi pada saat yang sama negara-negara berkembang ini juga harus menunjukkan suaranya, dan tidak hanya sekedar meminta hak voting, tapi juga tanggung jawab, kontribusi untuk membentuk perekonomian global. Jadi sekarang ini adalah waktu yang tepat bagi Bank Dunia untuk mencari dan membentuk perekonomian global.
Saya kira setiap orang menyadari bahwa globalisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa membuat globalisasi menjadi lebih bersahabat dan juga peduli akan risikonya terutama untuk negara dengan pendapatan rendah dan emerging karena mereka tidak selalu punya kapasitas untuk mengelola globalisasi.
Bagaimana Bank Dunia bisa menjadi lebih efektif?
Saya kira Bank Dunia memiliki keuntungan yang sangat sangat besar dengan beroperasi di seluruh dunia. Ini adalah kombinasi yang sangat penting bahwa kita punya kantor pusat mengumpulkan semua talenta, kemampuan dan akademisi yang baik yang bekerja untuk berpikir secara teknokrat dan pada saat yang sama Bank Dunia juga memiliki staf di negara asal sehingga bisa mengenalinya dengan baik, diversifikasi bagaimana negara tersebut beroperasi. Ini adalah kombinasi yang akan memperkuat dalam istilah memperbaiki performa agar lebih relevan.
Tapi yang lebih penting lagi adalah Bank sekarang dapat lebih banyak mendengarkan kliennya. Ini sangat penting bagi perkembangan bank terutama untuk mencapai tujuan melayani kliennya dengan lebih baik lagi efisien dan Bank Dunia menjadi lebih relevan terutama dibawah di masa yang sangat menantang secara global. Ini sangat penting bagi Bank Dunia dan kliennya untuk berkomunikasi lebih baik lagi dan istilah yang dikomunikasikan sangat produktif berdasarkan kepercayaan. (qom/dnl)











































