Berdasarkan data BP Migas yang dikutip detikFinance, Kamis (10/6/2010) menyebutkan, pasokan sekitar 160 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feed per day/MMSCFD) atau setara 1,2 mtpa dari lapangan yang dikelola BP Indonesia itu, akan terus meningkat secara bertahap menjadi 240 MMSCFD atau sekitar 1,8 mtpa pada tahun 2016.
Data itu juga menunjukkan adanya pengalokasian LNG sebesar 160 MMSCFD dari Blok Masela milik Inpex Masela Ltd dan Energi Mega Persada mulai tahun 2018. Rencananya pengalokasian LNG dari laut Arafura tersebut, akan digunakan untuk kebutuhan konsumen domestik yang berada di Aceh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk FSRT yang akan dibangun perusahaan patungan PT Pertamina (Persero) dan PGN di Jawa bagian barat akan mendapat pasokan sebesar 480 MMSCFD dari kilang Bontang mulai 2011.
Sedangkan untuk FSRT yang akan dibangun di Jawa bagian timur rencananya mendapat alokasi sebesar 240 MMSCFD mulai tahun 2014 dan akan meningkat menjadi 480 MMSCFD pada tahun 2015.
Seiring dengan peningkatan pasokan LNG dari kilang Bontang telah menyebabkan ekspor dari kilang yang berada di Kalimantan Timur ke para pembeli luar negerinya justru akan mengalami penurunan dari 480 MMSCFD pada 2011 menjadi 320 MMSCFD mulai 2016.
(epi/dnl)










































