Menurut Dahlan sebagai sebuah ide baru sangat wajar kalau keinginan tersebut direspons oleh banyak pihak apalagi cenderung menolaknya.
"Sangat wajar," katanya saat dihubungi detikFinance, Senin (14/6/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua ide apa pun, akan pro kontra," katanya
Sebelumnya YLKI berpendapat bahwa ide Dahlan Iskan soal listrik gratis untuk rakyat miskin dinilai tidak mendidik dan terkesan sembarangan.
"(wacana) Itu justru tidak edukatif," kata pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada detikcom, Minggu (13/6/2010) malam.
Tulus mengatakan, ide soal listrik gratis bukan wacana yang layak dikembangkan. Sebab, secara riil listrik malah harus mengalami kenaikan.
"Dia (Dahlan) hanya gregetan dengan desakan kenaikan tarif dasar listrik. Kita semua tahu produksi beban listrik kita terus naik," jelasnya.
Bahkan ide Dahlan ini dinilai oleh sebagian politisi terlalu mengada-ada. Ada pula yang menilai ide itu harus diwaspadai.
"Usulan tersebut mengada-ada dalam situasi sekarang. Pemerintah jangan memberikan angin surga kepada rakyat," ujar Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani kepada detikcom, Minggu (13/6/2010) malam.
Menurut Muzani, melihat kondisi sekarang, PLN tidak mungkin dapat melaksanakan listrik gratis kepada rakyat. Sebabnya, PLN terus mengalami kerugian.
"Itu tidak mungkin dilaksanakan. PLN mempunyai hak monopoli untuk menyalurkan listrik kepada pemerintah dan rakyat namun masih terus merugi," katanya.
Sementara Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz menilai usulan Dahlan itu masih belum jelas, karenanya harus dikaji lebih detail dan serius.
"Wacana itu memang menarik, tetapi jika mau dibuat keputusan, harus benar-benar dikaji secara serius dan detail. Jangan sampai nanti menimbulkan masalah baru," kata Irgan kepada detikcom, Minggu (13/6/2010).
Menurut wakil ketua Komisi IX ini, wacana yang dilontarkan Dahlan memang sangat menggiurkan. Meski PLN kehilangan sekitar Rp 1,5 triliun yang merupakan pendapatan listrik dari rakyat miskin, tetapi pemerintah bisa meraup sekitar Rp 30 triliun dari penghilangan subsidi bagi orang kaya,
"Intinya perlu kajian mendalam, jangan sampai seperti kasus BLT yang kemudian juga membebani negara juga," terangnya.
Selain itu, wacana itu juga harus dihitung pula efek psikologis dari penghapusan subsidi PLN bagi orang kaya. "Jangan sampai nanti malah membuat gejolak baru, parbrik-pabrik malah beroperasi dan berakibat terjadinya PHK. Jadi hati-hati dengan wacana itu," tegasnya.
(hen/qom)










































