"Ya ini kan sesuatu wacana yang dilontarkan Dirut PLN, maksudnya baik barangkali mencarikan solusi untuk itu, akan tetapi saya kan tidak harus bereaksi setuju tidak setuju. Saya kan harus lihat kajiannya seperti apa, apa yang dimaksud dengan gratis itu. Berapa watt dia diberikan, dimana saja letaknya, bagaimana kalau sampai sisanya seluruhnya ke perekonomian, kan begitu. Yang lain 100% keekonomian, yang rakyat lain disubsidi, semua itu harus kita kaji dengan hati-hati dan baik," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/6/2010).
Hatta menyatakan wacana tersebut perlu dikaji mengingat banyak pihak yang perlu diperhatikan akibat dampak kebijakan tersebut, seperti untuk sektor industri. Oleh karena itu, Hatta meminta Menteri ESDM untuk mengkaji kembali wacana itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, karena selalu disalahkan dalam kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan tantang anggota dewan dengan wacana menggratiskan listrik untuk masyarakat miskin.
"Saya challenge ke DPR, kenapa yang miskin nggak dikasih gratis. Biarin saya dibilang gila, tapi kalau mau mementingkan yang miskin ya dikasih gratis saja," tegasnya pekan lalu.
(nia/dnl)











































