"Kita rasa yang namanya pengeluaran akan sedikit pelan," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (14/6/2010).
Menurut Agus Marto, penyerapan rendah tersebut disebabkan pemerintahan baru yang perlu penyesuaian terhadap anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Agus Marto menyakini APBN-P 2010 masih berjalan baik. Walaupun penyerapan rendah tetapi penerimaan dari sektor impor meningkat tinggi. Hal ini terlihat dari bea masuk yang naik bahkan sudah mencapai 50,86% per akhir 31 Mei ini berdasarkan data dari Dirjen Bea Cukai.
"Jadi kita nggak terlalu khawatir anggaran 2010. Jadi saya katakan anggaran kita dalam keadaan baik," tegasnya.
Bahkan, Agus Marto menegaskan APBN-P tetap berjalan seperti skenario awal. Pemerintah tidak perlu melakukan pengetatan terhadap APBN seperti kesepakatan G-20.
"Belum," ujarnya menjawab pertanyaan apakah APBN-P perlu dilakukan pengetatan sesuai dengan kesepakatan G-20.
"Jadi sekarang ini kita masih pada skenario bahwa kita punya anggaran 2011 defisit 1,7%. Terus kemudian punya APBN 2010 defisit 2,1," jelasnya.
(nia/dnl)











































