"Itu tidak sehat untuk kondisi ketenagalistrikan. Juga tidak adil bagi masyarakat yang belum menikmati listrik," ujar pengamat kelistrikan Tri Mumpuni saat dihubungi detikFinance, Selasa (15/6/2010).
Ia juga menilai jika wacana ini benar-benar diterapkan maka hal ini tidak akan mendidik bagi masyarakat miskin karena listrik bukan kebutuhan pokok dan mendasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, wacana listrik gratis untuk masyarakat miskin dicetuskan oleh Dirut PLN Dahlan Iskan. Listrik untuk masyarakat miskin gratis, namun untuk masyarakat mampu harus membayar sesuai harga keekonomiannya.
Menurut perhitungan Dahlan, dengan memberikan seluruh subsidi kepada golongan masyarakat miskin (pengguna 450 mw) dan pembayaran normal atau sebesar biaya produksi listrik (Rp 1.000 per kwh) oleh golongan lain, maka PT PLN akan kehilangan dana sebesar Rp 1,5 triliun tetapi dapat penerimaan sekitar Rp 30 triliun. (epi/qom)











































