Demikian disampaikan Direktur Utama PT Inti Irfan Setiaputra saat ditemui usai RUPS di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
"Laba kita tahun ini bisa Rp 3,5 miliar, dari posisi tahun lalu Rp 2,79 miliar. Sebelumnya kita minus Rp 40 miliar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan masih disumbang oleh lini bisnis system integrator, yang mencapai 90%. Sisanya terbagi merata di bisnis IT, konten, reutilisasi pabrik dan Genuine product.
Perseroan pun telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 30 miliar di tahun 2010. Capex digunakan untuk pengembangan produk baru.
"Ada beberapa lini bisnis kita. Kami juga sedang mengembangkan produk Risalah, kerjasama dengan BPPT, dan KWH meter digital," ungkapnya.
Dalam RUPS, perseroan bersama jajaran Kementerian BUMN juga telah menyepakti pembagian dividen sebesar Rp 279 juta atau 10% dari laba tahun 2009, Rp 2,79 miliar.
Total kontrak yang masuk dalam pipeline, ditargetkan mencapai Rp 800 miliar. Ini termasuk raihan kontrak yang masih berjalan (carry over) di tahun 2009, yang mencapai Rp 400 miliar.
"Kontrak lebih banyak ke Telkom grup, Telkomsel, juga Indosat. Telkom grup sekitar 60-70% kontrak," paparnya.
(wep/ang)











































