Perluasan Bandara Ngurah Rai Telan Rp 1,7 Triliun

Perluasan Bandara Ngurah Rai Telan Rp 1,7 Triliun

Irwan Nugroho - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2010 16:59 WIB
Jakarta -

Pemerintah berniat rombak Bandara Ngurah Rai, Bali. Dana yang disiapkan mencapai Rp 1,7 triliun. Selain itu, pemerintah juga siap meresmikan bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat, dana perluasan bandara di Bali itu semuanya akan diambil dari kas internal PT Angkasa Pura (AP) I.

"AP I siap membiayai itu semua. Angkasa pura ingin desain murah karena dana internal total Rp 1,7 triliun," katanya di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perombakan akan dilakukan di terminal Internasional 65.800 meter persegi, diubah menjadi terminal penerbangan domestik. Sedangkan terminal domestik saat ini seluas 3.300 meter persegi akan dirobohkan dan diperluas menjadi 120.000 terminal penerbangan internasional.

Nantinya, bandara internasional itu akan melayani 9 juta penumpang yang kapasitasnya setara 50:50, asing 4,5 juta dan domestik 4,5 juta. Ia mengatakan, pemerintah juga berniat membuat 2 jalan layang (flyover) untuk mengatasi akses masuk ke bandara tersebtu.

"Tadijuga penting untuk percepatan perizinan dan analisa kritis. Angkasa pura diminta serahkan review ke pekan ini. Selain itu diminta juga rekomendasi Gubernur Bali," ujarnya.

Menurut Yopie, jangka waktu perombakan bandara tersebut diperkirakan memakan waktu 30 bulan. Ia berharap, pada 2013 nanti, saat Indonesia menjadi tuan rumah APEC, perombakan bandara tersebut sudah bisa rampung.

Sementara itu, mengenai pembangunan bandara di Lombok, menurut Yopie saat ini sudah 95 persen rampung. Diharapkan, menjelang tutup tahun 2010 bandara baru tersebut sudah bisa beroperasi meski masih terkendala akses jalan masuk.

"Masalah jalan akses dari Mataram ke bandara sepanjang 19,9 km pembangunannya masih kena masalah klasik,  yaitu pembebasan lahan," ungkapnya.

Biaya pembangunan jalan masuk itu akan diambil Rp 679 miliar dari APBN, dan sisanya Rp 150 miliar dari APBD. Ia menambahkan, nantinya, bandara di NTB itu bisa menampung 1,7 juta penumpang per tahunnya.

"Soft operation sekitar November-Desember 2010," ungkapnya.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads