Menurut Mardiasmo pencalonannya sebagai Kepala BPKP telah diketahuinya sejak Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.
"Pencalonan saya sudah lama sejak Bu Sri. Lagian saya sudah melalui tahap penyeleksian," ujarnya usai pelantikan dirinya sebagai Kepala BPKP di Kantor BPKP, Pramuka, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menkeu setujui Mardiasmo ditujukan kepada BPKP, beliau (Sri Mulyani) yang tahu," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Menurut Mangindaan, pertimbangan pencalonan Mardiasmo sebagai Kepala BPKP karena pihaknya menginginkan seseorang yang mengetahui keuangan.
"Penentu akhir seleksi sedimikian rupa yang tahu masalah keuangan. Kebetulan calonnya Dirjen perimbangan Pak Mardiasmo yang mengelola keuangan pusat dan daerah dengan pengalaman beliau bisa mengatur penerimaan dan pengeluaran dan lembaga ini butuh yang seperti itu. Pertimbangan itu beliau (Agus Marto) sudah tahu, yakin Pak Agus sudah ada penggantinya," ujarnya.
Mardiasmo mengaku senang menerima pinangan BPKP karena dirinya merasa bisa mengaplikasikan ilmunya dalam bidang akuntansi.
"Saya ini kan guru besar akuntansi jadi bisa digunakan ilmunya. Dulu juga bisa digunakan sih. Tapi dulu kan bagi-bagi uang ke pusat dan daerah, sekarang, mengawasi tranfernya ini bagaimana, kita dekati, pengawasan, quality assurance," tukasnya.
Namun, Mardiasmo enggan jika dirinya dinyatakan sudah berada di atas Menkeu karena bisa mengawasi kinerja mantan atasannya tersebut. "Bukan..bukan," ujarnya sambil tertawa ketika ditanya apakah sekarang bisa mengawasi Menkeu.
(nia/dnl)











































