"Kalau dari FSRT yang di Medan, kami akan serap 150 MMSCFD," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Menurut Nur Pamudji, rencananya gas dari terminal LNG terapung tersebut akan digunakan untuk menambah pasokan gas bagi pengoperasian pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Belawan. Saat ini, pasokan gas untuk PLTGU Belawan baru sebesar 28 MMSCFD berasal dari lapangan Glagah Kambuna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk terminal LNG Terapung yang akan dibangun perusahaan joint venture,Β PT Pertamina (Persero) dan PGN di Teluk Jakarta, PT PLN (Persero) akan membeli gas sebesar 400 MMSCFD. Gas ini rencananya akan masuk secara bertahap ke PLTGU Tanjung Priok dan PLTGU Muara Karang mulai akhir tahun 2011.
"Awalnya, gas tersebut akan masuk sebesar 150 MMSCFD nanti meningkat menjadi 400 MMSCFD," jelasnya.
Menurut Nur Pamudji, rencananya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG)nya akan diteken pada bulan Agustus mendatang.
"Soal berapa harganya masih belum disepakati," jelasnya.
Namun sebelumnya, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan telah menyatakan kesiapannya untuk membeli gas dari FSRT yang akan dibangun PT Pertamina (Persero) dan PGN di Teluk Jakarta senilai US$ 8,5-9 per MMBTU.
(epi/qom)











































