"Dengan pola ini maka Pertamina masuk ke Blok Mahakam dan Total masuk di area kita," ujar Direktur Hulu Pertamina Bagus Setiardja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010)
Menurut Bagus, pola swapt tersebut diusulkan mengingat ditolaknya rencana pembelian kepemilikan saham (participating interest/PI) Mahakam yang akan dilakukan PT Pertamina (Persero) oleh perusahaan minyak asal Perancis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun wilayah kerja Pertamina yang akan ditawarkan kepada Total yaitu area yang berada di Kalimantan dan Sulawesi. Rencananya, lanjut Bagus, perjanjian pola swapt tersebut akan ditandatangani pada Agustus mendatang
"Setelah dapat ijin membuka data wilayah kerja dari BP Migas maka kami akan segera menegosiasi swapt dengan Total," ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) berkeinginan untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum tahun 2017. Untuk tahap awal, Pertamina mengincar 15-25 persen di blok yang dikelola oleh Total E & P Indonesie tersebut. Baru setelah 2017, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas dan menjadi operator di blok tersebut.
Keinginan Pertamina tersebut didukung penuh oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Menurut dia, Pertamina memang harus didorong untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum berakhirnya Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
Â
Â
(epi/dro)











































