Anggota Komisi VI DPR Refrizal menilai wacana listrik gratis untuk rakyat miskin hanyalah mimpi seorang Dahlan Iskan. Wacana ini dinilai tidak realistis, apalagi hingga saat ini masih banyak masyarakat di negeri ini yang belum menikmati listrik.
"Wacana ini mengganggu rakyat. Masyarakat yang tadinya sudah berbunga-bunga hatinya, sekarang ternyata itu hanya wacana saja. Tolong Pak Menteri ditegur Dirutnya," ujar Refrizal dalam rapat gabungan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dengan Komisi IV, VI, dan VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada diungkapkan oleh anggota DPR lainnya Dewi Coryati. Menurut politisi asal fraksi Partai Amanat Nasional tersebut, wacana menggratiskan listrik bagi masyarakat miskin bukanlah wewenang PLN sebagai operator.
"Dia (Dahlan) tidak tahu mana regulator dan mana operator. Itukan wilayah-wilayah regulator," ungkapnya.
Ia menyatakan menggratiskan listrik tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan membutuhkan kajian-kajian secara mendalam sebelum rencana itu direalisasikan.
"Itukan tidak sembarangan, harus ada kajian-kajiannya. Jadi kami meminta Menteri BUMN kondusif tentukan target-target direkturnya," jelasnya.
Berbeda dengan dua rekannya, Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru mendukung wacana yang diusulkan Dahlan tersebut.
"Saya dukung 1.000%, kalau saya jadi Menteri Perekonomian itu akan saya laksanakan. Lanjutkan," kata Pramono.
(epi/dnl)











































