"Belanja modal kita belum terpenuhi semuanya tahun ini. Masih butuh sekitar 10 triliun lagi," kata Direktur Keuangan PLN Satrio Anggoro Dewo usai PE Obligasi PLN di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (16/6/2010).
Ia mengatakan, kebutuhan dana Rp 10 triliun itu akan dipenuhi dari penerbitan obligasi atau pinjaman perbankan. Menurutnya, PLN sudah melakukan pertemuan dengan beberapa bank, baik lokal maupun asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) listrik itu membutuhkan belanja modal sebanyak Rp 70 triliun tahun ini.
Dana sebesar itu akan digunakan PLN untuk berbagai proyeknya tahun ini, termasuk pembangunan pembangkit, jaringan, dan transmisi. Selain itu akan digunakan juga untuk proyek 10.000 MW tahap pertama dan kedua.
Ia menambahkan, saat ini kondisi kelistrikan Jawa-Bali membutuhkan jalur distribusi listrik yang lebih kuat. Sementara, kelistrikan di luar Jawa-Bali membutuhkan banyak perhatian karena masih perlu dibangun jaringan, transmisi dan distribusi.
"Jadi dana capex akan digunakan untuk seluruh Indonesia, tidak terpusat untuk sebuah daerah saja. Yang penting kita siapkan saja dulu dananya," katanya.
Selain capex, PLN juga menyiapkan belanja operasional atau operational expenditure sebanyak Rp 114 triliun yang dananya akan diambil dari kas internal dan subsidi pemerintah.
Dananya akan digunakan untuk membeli gas dan minyak dari Pertamina untuk kebutuhan operasional pembangkitnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
(ang/dnl)











































