RI Minta Eropa Turunkan Bea Masuk Ikan Tuna

RI Minta Eropa Turunkan Bea Masuk Ikan Tuna

- detikFinance
Rabu, 16 Jun 2010 19:21 WIB
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad meminta kepada negara-negara Uni Eropa untuk menurunkan tarif bea masuk produk tuna asal Indonesia yang dianggap terlalu tinggi.

"Saat ini, tarif bea masuk untuk tuna segar dan tuna kalengan adalah sebesar 12 dan 23 persen sehingga memberatkan eksportir asal Indonesia. Imbas dari tingginya tarif bea masuk tersebut membuat produk asal Indonesia kesulitan bersaing dengan produk yang sama dari negara lain," ujar Fadel dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (16/6/2010).

Pernyataan Fadel ini disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Julian Wilson. Pertemuan itu membahas soal pengembangan dan peningkatan serta usaha untuk memperkuat kerjasama perdagangan khususnya pada akses pasar asal Indonesia ke UE serta prospek investasi produk kelautan dan perikanan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan Dubes UE tersebut juga dimanfaatkan Fadel untuk mempromosikan produk perikanan Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk perikanan ke negara tersebut.

Neraca perdagangan produk perikanan Indonesia dengan Uni Eropa masih menunjukkan surplus. Volume dan nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke UE pada tahun 2009 masing-masing sebesar 74,67 ribu ton dan US$ 296,31 juta.

Sebaliknya volume dan nilai ekspor produk perikanan UE yang masuk ke Indonesia pada tahun yang sama masing-masing sebesar 3.78 ribu ton dan US$ 4,58 juta.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads