RI Bantu Mesir Budidayakan Enceng Gondok

Laporan dari Kairo

RI Bantu Mesir Budidayakan Enceng Gondok

- detikFinance
Kamis, 17 Jun 2010 11:38 WIB
RI Bantu Mesir Budidayakan Enceng Gondok
Kairo - Indonesia terus memantapkan pengaruh dalam hubungan internasional dengan memberi bantuan kepada Mesir berupa transfer informasi dan keahlian budidaya enceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi.

Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama pemanfaatan enceng gondok itu ditandatangani oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Dr. Syarifudin Hasan dan Menteri Kerjasama Internasional Mesir (MIC) Dr. Fayza Aboulnaga di kantor MIC, Kairo, disaksikan antara lain Menteri Irigasi dan Sumber Daya Air Mesir Dr. Mohammad Nasr-Eldeen Alam dan Dubes RI A.M. Fachir, MingguΒ  (13/6/2010).

Penandatanganan MoU tersebut menjadi satu dari serangkaian Peringatan 63 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Mesir yang dirayakan tahun ini dengan mencoba merevivalisasi semangat persahabatan Soekarno-Nasser, dua bapak bangsa di awal kelahiran dua republik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Fayza dalam sambutannya mengungkapkan latarbelakang penandatanganan MoU tersebut diawali ketika dia berkunjung ke kantor Kementerian KUKM di Jakarta pada masa kepemimpinan Suryadarma Ali tahun 2007 lalu.

Ketika itu Menteri KUKM Suryadarma memperlihatkan hasil kerajinan pengusaha Indonesia dari bahan bambu dan enceng gondok, yang membuat Fayza sangat kagum.

"Saya sangat kagum dengan keberhasilan Indonesia memanfaatkan enceng gondok, yang justru menjadi masalah serius di Sungai Nil dan menjadi limbah di Mesir," papar Fayza.

Di lain pihak Menteri KUKM Indonesia Dr. Syarifudin Hasan menyampaikan optimismenya dalam meningkatkan hubungan RI-Mesir dalam bidang ekonomi. "Terlebih saat ini hubungan politik antara kedua negara semakin erat terjalin," tegas Syarifudin.

Dikatakan, Indonesia memiliki kesamaan dalam berbagai hal, terutama dalam hal kesamaan sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim dan kesamaan budaya lainnya.

Syarifudin yakin kerjasama yang dijalin melalui MoU tersebut dapat memberikan stimulus untuk meningkatkan kerjasama di bidang-bidang lainnya dan dia mengundang mitra kerjanya berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan peluang kerjasama lebih lanjut.

Sejalan dengan Syarifudin, Menteri Perairan dan Irigasi Mesir Dr. Mohammad Nasr-Eldeen Alam menyampaikan terimakasihnya kepada Indonesia atas penandatanganan MoU tersebut.

"Hal ini akan membantu Mesir dalam memaksimalkan usaha mengurangi efek negatif enceng gondok di sungai Nil dan justru memberikan manfaat bagi pengusaha kecil yang ada saat ini," ujar Alam.

Selain MoU di tingkat pemerintah, juga ditandatangani MoU antara Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono dengan Ketua Egyptian-Indonesian Business Council Ir. Muhammad Barakah.

Menurut Sekretaris III Pensosbud Ali Andhika Wardana kepada detikFinance, Kamis (17/6/2010), kerjasama yang dibangun antarpengusaha RI-Mesir ini bertujuan untuk membangun kemitraan dalam tataran teknis berupa transfer informasi dan keahlian mengenai pemanfaatan eceng gondok dalam hal industri kecil dan menengah.

Penandatanganan MoU mendapat liputan luas dari media cetak dan elektronik Mesir. Tampak meliput acara ini beberapa harian terkemuka Mesir seperti al-Ahram, Goumhuria dan Al-Akhbar serta media elektronik diantaranya yaitu Nile TV International, Nile News Channel, Channel 1 Egypt dan Egypt Satellite Channel.
(es/es)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads