"Untuk keperluan tersebut rombongan BKPM RI telah berkunjung ke wilayah Moravia-Silesia (MoravskoslezskΓ½), Ceko, dan ditemui oleh Wakil Gubernur Marian Lebiedzik," Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada detikFinance, Kamis (17/6/2010).
Wagub Lebiedzik menanggapi dengan baik kunjungan kerja rombongan dari Indonesia pada 14 Juni 2010 tersebut dan menjelaskan tentang perkembangan industri secara umum di wilayahnya. Sedangkan KUAI Azis Nurwahyudi menyampaikan paparan mengenai perkembangan kondisi politik dan ekonomi Indonesia serta potensi investasi yang bisa digarap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pemerintah Indonesia juga akan membangun gugus-gugus industri di berbagai provinsi di Indonesia. "Karena itu mereka perlu mendapat informasi dari pemerintah Ceko yang telah berhasil membangun 32 gugus industri," demikian Wiediarni.
Sementara itu, Presiden Czech National Cluster Association Pavla Bruskova memaparkan mengenai perkembangan pembentukan gugus industri di Ceko yang dimulai tahun 2002, termasuk menjelaskan tantangan dan permasalahan yang dihadapi mereka.
Bruskova menjelaskan beberapa contoh gugus industri yang telah berjalan dengan baik seperti gugus industri mesin berat, perkayuan dan teknologi informasi.
Selepas pertemuan, rombongan BKPM juga meninjau perusahaan Vitkovice, salah satu anggota gugus mesin berat, yang memproduksi alat-alat dari baja untuk permesinan kapal, turbin, dan pembangkit listrik.
Vitkovice merupakan salah satu industri tertua di Ceko yang berdiri sejak 1828 dan menjadi anggota gugus industri sejak dibentuk tahun 2002.
Sekretaris I Ekonomi KBRI Praha Yusran Hadromi, yang mengatur kegiatan tersebut mengharapkan kunjungan ini dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, terutama investasi antara Indonesia dan Ceko. (es/es)











































