Greenpeace Bingung Dituding Hambat Ekspor Paha Kodok RI

Greenpeace Bingung Dituding Hambat Ekspor Paha Kodok RI

- detikFinance
Kamis, 17 Jun 2010 18:25 WIB
Jakarta - LSM lingkungan internasional, Greenpeace mengaku bingung dengan tudingan telah menghambat ekspor paha kodok Indonesia. Greenpeace mengaku selama ini tak pernah bersinggungan dengan masalah paha kodok.

Hal tersebut disampaikan Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara kepada detikFinance, Kamis (17/6/2010) menanggapi pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan tentang ancaman ekspor paha kodok RI ke Eropa.

"Kami memang sedang bingung dengan berita itu. Karena saya bisa pastikan Greenpeace Southeast Asia dan kantor Indonesia sejak berdiri sampai sekarang tidak pernah punya kampanye protes ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa," jelas Hikmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, keberadaan Greenpeace di Indonesia selama ini 'hanya' punya dua kampanye, yakni hutan dan iklim dan energi. Meskipun Greenpeace juga mendukung penghormatan atas hak-hak binatang, namun nilai dasar aksinya adalah menyaksikan langsung perusakan lingkungan yang sedang terjadi, mendokumentasikannya untuk dibeberkan kepada masyarakat luas, serta melakukan aksi langsung tanpa kekerasan untuk menghentikan perusakan lingkungan.

Hikmat juga mengaku dirinya sudah mengontak Greenpeace Eropa untuk mengecek apakah memang betul ada kampanye untuk menghadang ekspor paha kodok Indonesia.

"Meski belum semuanya menjawab, hampir semua yang mengirim email balik semuanya bingung. Kantor kami memang tersebar di 40 negara, tetapi jika ada kampanye atau aksi di satu negara meski itu sifatnya nasional atau lokal, maka semua orang di organisasi akan mendapat informasinya," ungkap Hikmat.

Thomas Darmawan sebelumnya mengatakan, ekspor paha kodok Indonesia ke Uni Eropa diprotes oleh Greenpeace, karena produk tersebut dituding tak sesuai dengan ketentuan Eropa soal pemotongan hewan. Aksi ini bisa mengancam ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa.

(qom/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads