Hal tersebut disampaikan Hikmat Soeriatanuwijaya, Jurukampanye Media Greenpeace Asia Tenggara kepada detikFinance, Kamis (17/6/2010) menanggapi pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan tentang ancaman ekspor paha kodok RI ke Eropa.
"Kami memang sedang bingung dengan berita itu. Karena saya bisa pastikan Greenpeace Southeast Asia dan kantor Indonesia sejak berdiri sampai sekarang tidak pernah punya kampanye protes ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa," jelas Hikmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hikmat juga mengaku dirinya sudah mengontak Greenpeace Eropa untuk mengecek apakah memang betul ada kampanye untuk menghadang ekspor paha kodok Indonesia.
"Meski belum semuanya menjawab, hampir semua yang mengirim email balik semuanya bingung. Kantor kami memang tersebar di 40 negara, tetapi jika ada kampanye atau aksi di satu negara meski itu sifatnya nasional atau lokal, maka semua orang di organisasi akan mendapat informasinya," ungkap Hikmat.
Thomas Darmawan sebelumnya mengatakan, ekspor paha kodok Indonesia ke Uni Eropa diprotes oleh Greenpeace, karena produk tersebut dituding tak sesuai dengan ketentuan Eropa soal pemotongan hewan. Aksi ini bisa mengancam ekspor paha kodok Indonesia ke Eropa.
(qom/dnl)










































