PT Garuda Indonesia (Persero) sedang melakukan negosiasi dengan Bank Ekspor Impor Amerika Serikat untuk pembiayaan pembelian armada baru perseroan. Perseroan berencana membeli 20 pesawat baru senilai US$ 1,5-2 miliar.
"Kita sedang melalukan pembicaraan dengan US exim bank untuk pembiayaan pembelian (pesawat) boeing," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Ia mengatakan, perseroan berniat membeli 20 armada baru senilai US$ 1,5-2 miliar. Terdiri dari 10 Boeing 777-300ER dan 10 Boeing 737-800. "Kita juga sedang berbicara dengan kreditur lain untuk membantu pembiayaan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penandatanganan kerjasama itu Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi dan Emirsyah di Lantai 21 Kantor Kementerian Negara BUMN.
Penandatanganan kerjasama tersebut meliputi Mandiri Cash Management, Corporate Card, pemasangan dan penggunaan mesin EDC (Electronic Data Capture) Bank Mandiri di seluruh jaringan Cabang Garuda, booking dan pembayaran tiket Garuda secara online.
Lalu pembayaran online dengan kartu debit Mandiri, program diskon pembelian tiket dan paket-paket perjalanan Garuda Indonesia, penukaran point reward kartu kredit Mandiri dengan mileage point dari Garuda Frequent Flyer, dan penyediaan kartu prabayar Mandiri untuk PT Mandira Erajasa Wahana (AeroTrans) untuk pengisian bahan bakar (Gas-Card) dan akan diperluas dengan penyediaan E-Toll Card.
Β
"Kami akan terus memperluas sinergi dengan Garuda Indonesia untuk meningkatkan value masing-masing perusahaan dan memberikan benefit yang lebih baik bagi para stakeholder," ujar Riswinandi. (ang/dnl)











































